BNI Syariah Biayai UMKM Pengolah Limbah di Purbalingga

Bank BNI Syariah mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menerapkan aktivitas berwawasan lingkungan dalam menjalankan bisnis.
Ipak Ayu H Nurcaya | 22 April 2019 18:27 WIB
Corporate Secretary BNI Syariah Rima Dwi Permatasari (dari kiri) berbincang dengan Direktur Bekraf Yuke Sri Rahayu, Senior Manager Environment Unit UNDP Tony Hutabarat, Direktur WWF Indonesia Imam Musthofa, dan Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Teknik Kementerian LHK Lawin Bastian, sebelum diskusi Hasanah Earth Day 2019 , di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank BNI Syariah mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menerapkan aktivitas berwawasan lingkungan atau green activity dalam menjalankan bisnis.

Direktur Kepatuhan & Risiko Bank BNI Syariah Tribuana Tunggadewi mengatakan bahwa salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah pendampingan dan pemberian modal usaha kepada Karsin, seorang pelaku UMKM yang memanfaatkan limbah plastik menjadi paving block. Atas inisiatifnya memanfaatkan limbah, pria asal Purbalingga tersebut telah mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah pada 2017.

Melalui pendampingan usaha, BNI Syariah mendorong usaha Karsin agar terus berkembang sampai mencapai skala yang dapat dibiayai oleh bank atau bankable.

"Kami berupaya untuk menerapkan ekosistem perbankan yang ramah lingkungan dan ramah bagi iklim. Juga sesuai dengan tuntunan Al Quran, yaitu bahwa kita dilarang untuk berbuat kerusakan di muka bumi," katanya, Senin (22/4/2019).

Penerapan green banking merupakan bagian dari program sustainable development goals (SDG) yang menjadi bagian dari rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, dan melindungi lingkungan. Hal ini sesuai dengan green banking yang mengharuskan lembaga keuangan untuk selalu memprioritaskan keberlanjutan lingkungan dalam menjalankan usahanya.

Selain itu, BNI Syariah juga telah berupaya mengurangi limbah plastik dan melakukan pengolahan limbah kertas. Menurut data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun yang mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

BNI Syariah menyelenggarakan Hasanah Earth Day 2019 bertepatan dengan Hari Bumi Internasional. Acara dengan tema "We Take our Earth Seriously" ini mengambil isu penggunaan plastik yang bisa berakibat pada kelangsungan ekosistem makhluk hidup baik manusia, hewan dan tumbuhan. Kandungan pada plastik yang sulit dihancurkan akan mengendap dalam tanah dan merusak ekosistem.

Acara peringatan Hari Bumi Internasional ini merupakan kali kedua yang dilakukan BNI Syariah. Hasanah Earth Day 2019 merupakan bentuk sinergi dengan pemerintah, Kementerian Lingkungan Hidup, regulator, praktisi, penggiat dan tokoh lingkungan.

 “Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mulai menjadikan eco-life sebagai gaya hidup modern. Melalui kegiatan ini, kami mengajak nasabah untuk dapat berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan Hasanah Earth Day 2019 meliputi gimmick senilai Rp100.000 dari BNI Syariah kepada nasabah yang melakukan pembukaan rekening yang dikonversi menjadi donasi berupa uang tunai dan akan diberikan kepada petugas kebersihan di sekitar Kantor Cabang BNI Syariah di seluruh Indonesia, dengan alokasi dana sebesar Rp800 juta.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni syariah

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup