Wilmar Salurkan Bantuan Untuk Korban Tsunami di Banten

Wilmar Grup melalui anak perusahaannya, PT Multimas Nabati Asahan (MNA) menyalurkan bantuan bahan pangan, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari lainnya bagi korban bencana tsunami di Banten.
Pandu Gumilar | 25 Desember 2018 14:25 WIB
Polisi dan relawan mengevakuasi korban tewas akibat Tsunami yang tertimbun di bawah reruntuhan di kawasan Carita, Banten, Jawa Barat, Senin (24/12/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Wilmar Grup melalui anak perusahaannya, PT Multimas Nabati Asahan (MNA) menyalurkan bantuan bahan pangan, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari lainnya bagi korban bencana tsunami di Banten. 

Wakil Presiden Direktur PT Multimas Nabati Asahan MP Tumanggor mengatakan, dalam menyalurkan bantuan tersebut perseroan bekerjasama dengan pemerintah kabupaten dan pihak terkait lainnya. 

Bantuan tersebut disalurkan di tiga wilayah di Banten, yaitu Kecamatan Angsana dan Labuan di Pandeglang serta Kecamatan Cinangka di Serang. Ketiga kecamatan tersebut adalah wilayah paling terdampak atas bencana tsunami yang terjadi pada Minggu (23/12).

"Kami berharap dapat menjadi salah satu yang terdepan dalam menyalurkan bantuan karena lokasi bencana berdekatan dengan lokasi operasi perusahaan yang terletak di daerah tersebut. Kami juga berharap dapat sesegera mungkin menyalurkan agar dapat membantu masyarakat," katanya melalui siaran resmi di Pandeglang, Senin (24/12).

Bahan pokok yang diserahkan MNA tersebut berupa minyak goreng 5 ton dan gula 4 ton. Selain itu ada pula kebutuhan sehari-hari seperti handuk, sarung, popok bayi, sabun mandi, mie instan, dan biskuit.

Tumanggor menjelaskan, bantuan yang disalurkan itu merupakan kebutuhan dasar yang banyak dibutuhan masyarakat di lokasi bencana. Sebab, saat bencana terjadi umumnya masyarakat kesulitan memperoleh sejumlah kebutuhan sehari-hari.

“Kami pun terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam penyaluran bantuan,” ujar dia. 

Pada pekan lalu telah terjadi tsunami di Banten Lampung dan sekitarnya. Hal itu sampai saat kini masih diduga kuat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Tag : wilmar, Tsunami Anyer
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top