Mark Lyons: Penerus Alltech yang Mempertahankan Filosofi Perusahaan

Kepergian Dr. Pearse Lyons, pendiri Alltech, awal 2018 lalu menjadi babak baru dalam keberlangsungan perusahaan tersebut.
MediaDigital | 01 November 2018 16:42 WIB

Kepergian Dr. Pearse Lyons, pendiri Alltech, awal 2018 lalu menjadi babak baru dalam keberlangsungan perusahaan tersebut. Tak Ingin duka yang berlarut-larut memengaruhi performa perusahaan, Mark Lyons—putra Pearse—yang ditunjuk sebagai Presiden dan CEO memulai rangkaian tur ke berbagai negara untuk memastikan seluruh tim Alltech bekerja seperti sebelumnya.

“Meski kami harus kehilangan pendiri Allte ch tahun ini, rangkaian tur ONE Ideas Forum hadir untuk memastikan bahwa kami tidak melakukan perubahan signifikan, tetapi perubahan yang lebih baik,” tutur Mark Lyons saat kunjungannya di Jakarta Pada (30/10/2018) sebagai rangkaian ONE Ideas Forum.

Rangkaian tur yang dilakukan Alltech, ketimbang untuk bertemu para konsumen, lebih seperti usaha menjaga komunikasi dengan tim Alltech yang tersebar di seluruh dunia. Mark menyebut ia ingin bertemu dengan sebanyak mungkin staf Alltech dan membagi pesan serta nilai-nilai perusahaan yang senantiasa dipegang mendiang ayahnya.

Kali pertama Mark Lyons terjun ke bisnis keluarga adalah pada 1999 ketika mendiang ayahnya, Dr. Pearse Lyons mengajak Mark mengunjungi sebuah pabrik kecil pembuatan bir di Lexington, Kentucky.

Saat itu Mark masih menjalani karier di sebuah bank investasi. Sang ayah yang merupakan pendiri perusahaan keluarga mereka, Alltech, acap kali mengutarakan ketidaksetujuan akan pilihan karier tersebut.

“Ia mengatakan pada saya kalau mereka membayar saya terlalu tinggi, pasti ada sesuatu yang salah akan hal itu,” kenang Mark kepada majalah Food & Livestock.

Maka jadilah Mark dan ayahnya mengunjungi pabrik bir yang nyaris bangkrut itu. Tujuan sang ayah sederhana, ia ingin mengenalkan pengalaman kerja ke anaknya. Lagi pula, pekerjaan di pabrik bir merefleksikan pekerjaan pertama Dr. Pearse Lyons.

“Ayah saya memutuskan untuk membeli pabrik itu, padahal kami sudah diwanti-wanti percuma saja menyelamatkan usaha yang nyaris bangkrut,” lanjut Mark.

20 tahun kemudian, pabrik bir yang nyaris mati tersebut menjelma menjadi Lexington Brewing and Distilling Company, salah satu anak perusahaan Alltech dan salah satu pabrik bir terbesar yang beroperasi di Amerika Serikat.

Melanjutkan kepemimpinan bisnis keluarga tentu bukan hal yang mudah. Altech terus tumbuh mengembangkan operasi ke berbagai lokasi dengan staf lebih dari 6.000 orang. Perjalanan Mark Lyons yang terbilang cukup lama bersama Alltech membuat ia memiliki pemahaman personal soal perusahaan.

Satu hal yang pasti, Mark ingin keberlanjutan Alltech terus berpegang pada prinsip sang ayah, yaitu mengedepankan inovasi di dunia agrikultur dibanding berorientasi pada operasional sehari-hari atau sejumlah akuisisi yang dilakukan.

“Kami ingin mengedepankan budaya inovasi yang diikuti dengan tindakan yang ditujukan untuk mempertahankan bakat terbaik, fokus pelanggan, dan efisiensi operasional yang berkelanjutan,” kata Mark menyampaikan misinya.

Tag : Alltech
Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top