BNI Bangun 450 Huntara di Sulawesi Tengah

Bank Negara Indonesia menambah jumlah Huntara yang dibangun untuk korban bencana di Sulawesi Tengah.
Ipak Ayu H Nurcaya | 28 Oktober 2018 21:08 WIB
Foto udara bangunan Hunian Sementara (Huntara) korban terdampak gempa di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Selasa (23/10/2018). BNI bersinergi dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Telkom Indonesia, PT Wijaya Karya dan PT Waskita Karya membangun sebanyak 700 unit Hunian Sementara (Huntara) untuk korban gempa yang tersebar di enam Desa di Kecamatan Sembalun yaitu, Desa Sembalun Bumbung, Sembalun Timba Gading, Sembalun, Sajang, Sembalun Lawang dan Desa Bilok Petung. - Antara/Ahmad

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah membangun Hunian Sementara (Huntara) di daerah-daerah terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), Badan Usaha Milik Negara, termasuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menambah jumlah Huntara yang dibangun untuk korban bencana di Sulawesi Tengah.

BNI sebagai salah satu koordinator pembangunan Huntara, baik di NTB maupun di Sulawesi Tengah, menambah jumlah Huntara yang dibangun di Sulawesi Tengah, dari rencana awal 300 unit menjadi 450 unit Huntara.

Sebanyak 450 unit Huntara yang dibangun BNI tersebut termasuk dalam program pembangunan 700 Huntara di seluruh daerah bencana yang melanda Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Adapun dari 450 huntara yang dibangun terdiri atas 300 unit di Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi dan 150 unit di Desa Potoya, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Sementara sisanya sebanyak 250 Huntara dibangun Bank Mandiri di Desa Sibalaya (sebanyak 100 unit) dan di Desa Kabobona 150 unit.

“Pengerjaannya pun sampai ada yang lembur, demi percepatan penyelesaiannya, sehingga warga dapat segera menggunakannya,” ujar Corporate Secretary BNI Kiryanto di Jakarta melalui siaran pers, Minggu (28/10/2018)

Sebelumnya, BNI telah menjadi koordinator pembangunan 700 unit Huntara di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB yang telah mencapai penyelesaiannya pada akhir Oktober 2018 ini.

Sebagai koordinator, BNI merencanakan, mengkoordinir tenaga kerja, membantu penyediaan bahan material bangunan yang digunakan, pembagian kavling Huntara kepada penduduk, membantu pemeliharaan lingkungan Huntara-nya, hingga memastikan warga nyaman dengan hunian sementaranya itu.

Pembangunan Huntara di NTB, BNI merupakan koordinator dari gabungan beberapa BUMN, yaitu Bank Tabungan Negara (BTN), Waskita Karya, Wijaya Karya, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

BUMN berupaya agar Huntara dapat memberi kenyamanan semaksimal mungkin bagi para pengungsi. Untuk itu, BUMN juga membangun berbagai fasilitas pendukung. Dalam hal ini, BNI membangun fasilitas MCK (Mandi, Cuci, dan Kakus), Sumur Bor, dan tandon Air.

BNI membangun 99 unit MCK yang tersebar di beberapa lokasi, yaitu 30 di Proyek Huntara Tahap I di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru; lalu 15 unit di Huntara Tahap II Desa Potoya, Kecamatan Dolo Sigi; dan 20 unit di Desa Kabonena Kecamatan Palu Barat.

Selain itu, fasilitas MCK juga dibangun di area Masjid Agung Palu sebanyak 6 bilik, lalu di kawasan Pengungsian Desa Vatutela sebanyak 6 bilik, di Rumah Dinas Bupati Donggala sebanyak 2 bilik, di Posko BUMN 2 bilik, kemudian di Alun-alun Kota Parigi 6 bilik. MCK juga dibangun di Desa Bantaya, Kecamatan Parigi Tengah sebanyak 6 bilik; di Desa Mahesa Kecamatan Parigi Tengah sebanyak 3 unit; serta di Desa Kampal Parigi sebanyak 3 bilik.

“Fasilitas lain yang kami bangun adalah Ruang Kelas Sementara yang akan membantu para siswa tetap belajar meskipun bangunan kelas di sekolah lamanya tak dapat digunakan. Ruang Kelas Sementara ini kami bangun di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Balaroa, Palu sebanyak 6 kelas; lalu di SDN 1 Silae sebanyak 4 Kelas; dan di SDN 2 Banawa, Donggala sebanyak 4 kelas,” ujar Kiryanto.

Tag : info csr, Gempa Palu
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top