PLN Bantu Bangun Surau Al-Quran di Padang

PLN salurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan gedung Surau Al-Quran Rumah Anak Sholeh milik Yayasan Anak Sholeh 85 di Padang senilai Rp1 miliar.
Denis Riantiza Meilanova | 20 April 2018 18:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PLN salurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan gedung Surau Al-Quran Rumah Anak Sholeh milik Yayasan Anak Sholeh 85 di Padang senilai Rp1 miliar.

Surau ini dapat mewadahi sebanyak 50-75 santri untuk melaksanakan pendidikan di rumah tahfidz (tempat menghafal Al-Quran) yang berlokasi di Kelurahan Anak Air, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang.

Selain itu, untuk kebutuhan sarana dan prasarana di surau tersebut, PLN juga menggelontorkan Rp100 juta dimana penyerahannya dilakukan langsung di lokasi pada Jumat (20/4).

Dalam kesempatan tersebut,  Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan apresiasinya kepada PLN yang telah mendukung pembangunan surau tersebut.

"Saya atas nama Gubernur Sumatera Barat berterima kasih banyak untuk PLN yang telah memberikan bantuan CSR kepada rumah tahfidz Al Quran. Semoga PLN semakin maju, jaya dan berkah karena dukungan yang luar biasa untuk mencerdaskan generasi penerus dunia dan akhirat. Budaya surau sebagai budaya Minang ini mudah-mudahan bisa hidup kembali dan mencetak cendikiawan seperti Buya Hamka," kata Irwan dalam keterangan tertulis, Jumat (20/4/2018).

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto juga mengatakan rasa syukurnya atas dibangun dan diresmikannya gedung Surau Al Quran Rumah Anak Sholeh di Padang.

"Alhamdulillah hari ini kita meresmikan rumah tahfidz di Padang, Sumatera Barat dimana pembangunan surau ini untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar kota Padang dan mendidik anak-anak untuk menghafal Al Quran agar menciptakan pemimpin-pemimpin yang berakhlak mulia," ujar Wiluyo.

Surau Al Quran Rumah Anak Sholeh ini merupakan gagasan dari para alumni SMA 2 Padang angkatan 85 yang tergabung dalam Yayasan Anak Sholeh 85 yang sering melaksanakan pertemuan dan kemudian tercetus ide untuk menggerakkan dunia pendidikan dengan membangun generasi muda yang berkarakter seperti para cendikiawan terdahulu dari Sumatera Barat. Hal ini menunjukkan bentuk kepedulian dari para alumni terhadap generasi muda yang kurang beruntung dan mengalami kendala biaya pendidikan.

"Pada November 2011, terbentuklah rumah singgah atau yang saat ini disebut dengan Rumah Anak Sholeh (RAS) sebagai ruang bagi anak-anak yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan pengembangan diri dan nilai-nilai karakter hidup. Selain itu, untuk mengimbangi kondisi di lingkungan para anak-anak RAS, para orang tua juga diberikan pengetahuan mengenai parenting dan wirausaha agar lingkungan keluarga mereka dapat lebih harmonis. Dan program yang ketiga ini adalah pembangunan surau untuk mendidik anak-anak menjadi tahfidz Al Quran dan memiliki karakter kuat dan terpuji," jelas Ketua Yayasan Anak Sholeh 85 Apwidhal.

Untuk saat ini, terdapat satu angkatan yang terdiri 11 santri yang terpilih dari berbagai wilayah di Sumatera Barat telah menuntut ilmu di Surau Al Quran ini sejak 2017 lalu. Mereka akan dididik selama lima tahun yang pendidikannya setara dengan SMP hingga SMA. Setiap tahun akan dijaring kembali anak-anak dengan karakter yang kuat dan berinteligensi tinggi untuk bergabung dan mendapatkan pendidikan di surau ini.

Kegiatan di surau ini berupa pengembangan diri dan karakter anak-anak yang dituangkan dalam menghafal Al Quran dan artinya beserta hadits, mempelajari cerita teladan islam dan fiqh ibadah. Mentor-mentor yang mengajar di surau adalah para pemuda yang berpengalaman di bidang ilmu agama, psikologi dan sebagainya.

 

Tag : pln, csr
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top