PEMULIHAN TELUK BALIKPAPAN : Pertamina Prioritaskan Warga Terdampak

Ceceran minyak yang menggenang di Teluk Balikpapan perlahan mulai bersih. PT Pertamina (Persero) pun masih terus fokus memprioritaskan warga terdampak dari kejadian tumpahan minyak yang terjadi pada akhir Maret 2018.
MediaDigital | 15 April 2018 19:55 WIB
Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik (kemeja putih, memegang kantong hitam) terjun langsung bersama masyarakat membersihkan sisa-sisa ceceran minyak di wilayah terdampak, sekitar Teluk Balikpapan (12 - 4)

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Ceceran minyak yang menggenang di Teluk Balikpapan perlahan mulai bersih. PT Pertamina (Persero) pun masih terus fokus memprioritaskan warga terdampak dari kejadian tumpahan minyak yang terjadi pada akhir Maret 2018.

Bahkan, Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik terjun langsung ke wilayah terdampak ceceran minyak di kawasan Teluk Balikpapan. Massa juga ikut bersih-bersih tepi laut yang masih terdapat ceceran minyak maupun sampah.

Bersama masyarakat sekitar, Massa yang mengenakan kemeja putih pun turun bahu membahu memindahkan kantong plastik hitam berisi sampah dan sisa-sisa ceceran minyak sebagai langkah pembersihan wilayah terdampak.

Massa mengatakan, perseroan ber­upaya dan memprioritaskan pada pemulihan kondisi masyarakat terdampak ceceran minyak di Teluk Balikpapan dengan mengedepan­kan aspek health, safety, dan environment (HSE).

Petugas Pertamina melakukan tes kadar gas secara berkala

“Kami berusaha sekuat tenaga agar dampak dari musibah ini bisa segera teratasi, terutama untuk lingkungan dan masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada masya­rakat yang berbesar hati mau bahu membahu bersama-sama untuk menanggulangi musibah ini,” ujarnya pada Kamis (12/4).

Bekerja sama dengan pemerintah setempat dan instansi terkait, verifikasi dampak ceceran minyak masih terus dilakukan meliputi wilayah Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Selain itu, Pertamina juga meninjau wilayah yang rencananya bakal dibangun tempat ibadah, posyandu, dan sarana olahraga untuk masya­rakat. Perusahaan migas nasional itu pun juga melakukan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak musibah ceceran minyak tersebut.

Kegiatan sosial Pertamina itu dilakukan di beberapa titik sekitar wilayah ceceran minyak seperti, Margasari, Damai, Kampung Baru Tengah, Kampung BaruUlu, ­Kariangau, dan Penajam. Kegiatan sosial itu pun mencakup pendirian posko kesehatan, pembagian masker, program bersih-bersih lingkungan, dan pemberian bantuan maupun santunan.

Massa pun mengunjungi lang­sung dan bercengkrama bersama masyarakat sekitar di posko ke­sehatan yang sudah didirikan oleh Pertamina.

Pascakejadian, Pertamina langsung bergerak cepat memba­ngun posko-­posko kesehatan demi memprioritas­kan ­masyarakat yang terdampak. PadaJumat, 6 April 2018, Pertamina sudah menyiapkan tim kesehatan yang memeriksa maupun memberikan obat secara cuma-cuma kepada masyarakat sekitar Teluk Balikpapan.

Region Manager Communication & CSR Kalimantan Pertamina Yudi ­Nugraha mengatakan, perseroan bekerja sama dengan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan membuka posko kesehatan di Kampung Baru Ulu dan Kampung Atas Air. Hal itu dilakukan untuk antisipasi ­keluhan kesehat­anwarga sekitar yang dekat ­dengan daerah tumpahan mi­nyak di Balikpapan.

“Posko ini melayani pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat secara gratis. Kami juga melakukan gas tes yang dilakukan beberapa kali dalam sehari demi memastikan tidak ada konsentrasi gas yang di atas batas normal,” ujarnya.

Sehari setelah pen­­­­dirian posko kesehatan pertama itu, Pertamina pun langsung menambah posko kesehatan lain di Balikpapan yang melayani warga terdampak musibah ceceran minyak tersebut. Penambahan posko kesehatan juga dilakukan di Kelurahan Nenang, Penajam atas ­dukungan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

Posko tambahan itu juga melayani pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat secara gratis seperti posko sebelumnya.

Yudi menyebutkan, pembersih­an pantai pun sudah dilakukan sejak Sabtu (31/3). Pada proses pembersihannya, perseroan bekerja sama dengan perusahaan migas yang ada di Balikpapan, komunitas, mahasiswa, siswa, ikatan alumni beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, ITB, ITS, Kagama, UNPAD dan Individu.

“Ada 500 orang yang tergabung dalam 67 komunitas berpartisipasi dalam pembersihan pantai yang dilakukan mulai Rabu (4/4) kemarin,” ujarnya.

Pihak yang terlibat dalam pembersih­an pantai dari tumpahan minyak itu pun diberikan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker.

Selain bantuan untuk masya­rakat, Pertamina juga membersih­kan bekas tumpahan minyak ­dengan bantuan alat yang didukung beberapa perusahaan migas di Balikpapan seperti Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina EP Asset V, dan Petrosea.

Sementara itu, Pertamina juga me­ngunjungi rumah keluarga korban kejadian ceceran minyak yang terjadi pada akhir Maret 2018 tersebut.

Massa, selaku Direktur Utama Pertamina, mengunjungi rumah korban secara langsung. Dia pun menyampaikan belasungkawa dan ­keprihatinan yang mendalam ketika sedang bersama keluarga almarhum Imam. salah satu korban musibahceceran minyak tersebut.

“Kami datang dengan kerendah­an hati ingin mengucapkan secara langsung rasa keprihatinan atas musibah ini. Sebagai bentuk tangung jawab kepada keluarga korban, kami akan penuhi,” ujarnya.

Sampai saat ini, proses investigasi musibah ceceran minyakTeluk Balikpapan masih terus dilakukan.

“Kami pun berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan dan santunan kepada masyarakat terdampak maupun keluarga korban secara bertahap,” ujar Massa.

Pemantauan Kadar Gas

Selain menyiapkan tim kesehatan yang memeriksa atau memberikan obat secara gratis kepada masyarakat, Pertamina juga memantau kondisi lingkungan sebagai upaya mengurangi dampak akibat tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang migas itu terus memantau pengetesan udara secara berkala pascakejadian.

Demi membuat masyarakat merasa aman dan nyaman, Pertamina melakukan gas tes yang dilakukan beberapa kali dalam sehari. Hal itu dilakukan demi memastikan tidak ada konsentrasi gas yang melebihi batas normal.

Setelah sepekan kejadian ceceran minyak itu, kadar oksigen disebut berada pada kondisi normal dengan kisaran 19% sampai 23%. Lalu, kadar karbon juga di bawah 20 ppm (part per million).

Kemudian, combustible gas juga sudah berada di bawah 5% LEL (Lower Explosive Limits) dan Hidrogen Sulfida (H2S) berada di bawah 10 ppm.

Pada 7 April 2018, kondisi udara disebut kian membaik. Kadar oksigen berada di level 20,8%, karbon di kisaran 0 ppm, combustible gas 0%, dan H2S juga 0 ppm.

Kondisi udara yang baik itu pun didukung oleh respons cepat Pertamina dalam membersihkan ceceran minyak pascamusibah tersebut.

 

 

Tag : pertamina
Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top