BNI Syariah Jaga Pertumbuhan Berkualitas

PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih senilai Rp246 miliar per kuartal III/2017, tumbuh 14,6% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.
MediaDigital | 20 Oktober 2017 09:55 WIB
(Ki-ka) Direktur Operasional BNI Syariah, Junaidi Hisom; SEVP Risiko dan Komunikasi BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi; (Plt.) Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo; (Plt.) Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati saat pemaparan kinerja BNI Syariah triwulan III tahun 2017 di Jakarta (19 - 10)

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih senilai Rp246 miliar per kuartal III/2017, tumbuh 14,6% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.

Plt. Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan, pertumbuhan laba bersih tersebut terutama disokong oleh ekspansi pembiayaan dan peningkatan komposisi dana murah.

"Juga efisiensi operasional yang terus terjaga," ujarnya saat pemaparan kinerja Kuartal III/2017 BNI Syariah di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Adapun, aset anak perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tersebut per akhir kuartal III/2017 tercatat senilai Rp32,0 triliun, tumbuh 19,4% dibandingkan dengan posisi aset pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp26,8 triliun.

Pertumbuhan aset berjalan seiring dengan penyaluran pembiayaan, yang hingga akhir kuartal III/2017 mencapai Rp22,5 triliun. Nilai tersebut meningkat 15,3% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp19,5 triliun.

Dari total pembiayaan tersebut, sebanyak 52,7% mengalir ke segmen konsumer, disusul oleh pembiayaan ritel produktif dan SME sebesar 21,8%, pembiayaan komersial sebesar 18,1%, pembiayaan mikro sebesar 5,9%, dan kartu pembiayaan Hasanah Card sebesar 1,5%.

Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BNI Syariah per akhir kuartal III/2017 tercatat mencapai Rp27,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 21,05% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama pada tahun lalu yakni Rp22,8 triliun.

Perseroan berupaya terus mendorong peningkatan dana murah dari produk tabungan dan giro untuk menghemat biaya dana. Hingga kuartal III/2017, porsi dana murah telah mencapai 48,7%, naik dari posisi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 47,4%.

Guna menjaga pertumbuhan kinerja yang berkualitas, BNI Syariah menerapkan strategi berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan, dengan tetap memperhatikan target ekspansi.

Segmen nasabah mikro menjadi salah satu target utama yang akan digarap lebih serius pada tahun depan guna menjaga diversifikasi pembiayaan sekaligus membuka akses kepada lebih banyak masyarakat kecil yang membutuhkan pembiayaan produktif.

Selain itu, sektor infrastruktur juga menjadi perhatian karena dinilai sangat sesuai dengan perbankan syariah yang menjalankan prinsip maqosid syariah.

Tag : bni syariah
Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top