Jum'at, 18 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Jaringan Yang Luas Memastikan Peserta InHealth Terlayani Maksimal

Editor   -   Rabu, 18 Juli 2012, 08:45 WIB

BERITA TERKAIT

 

Salah satu hal yang paling menentukan perusahaan asuransi dalam menjamin layanan kepada peserta adalah ketersediaan provider atau penyedia layanan kesehatan, serta reputasi dari provider yang digandeng.

 

Sebagai salah satu perusahaan asuransi kesehatan terkemuka di Tanah Air, InHealth memastikan bahwa layanan kesehatannya menjangkau seluruh peserta di Indonesia, dan provider memiliki reputasi yang baik dalam melayani pasien.

 

Direktur Utama, InHealth Dr. Rosa Ch. Ginting mengungkapkan salah satu karakter layanan Managed Care dari InHealth adalah jaringan yang luas dan bermutu serta biaya yang terkendali. Menurutnya, InHealth selalu menyeleksi secara rumah sakit ataupun penyedia layanan kesehatan lainnya sebelum dipilih menjadi provider.

 

“Hal ini dilakukan agar provider yang menyediakan layanan kesehatan bagi peserta InHealth benar-benar berkualitas dan memiliki reputasi yang bagus,” ujarnya.

 

Menurut Rosa, dengan cara ini, peserta akan mendapatkan layanan kesehatan dengan kualitas yang prima.

 

Hingga saat ini InHealth telah memiliki 5.630 provider. Dari jumlah itu, 889 adalah rumah sakit, 1.724 di antaranya adalah dokter umum, 387 dokter gigi, 349 dokter spesialis, 584 klinik, 166 laboratorium, 1.152 apotek, serta 385 optik.

 

Dr Rosa menuturkan dengan melihat banyaknya provider yang digandeng InHealth, peserta yang sakit saat sedang bertugas ke luar kota pun tidak perlu khawatir. Hal ini karena peserta tetap bisa mendapatkan pelayanan di provider terdekat, dan tidak perlu harus ke penyedia layanan di kota asalnya.

 

Untuk keperluan itu, peserta cukup datang ke provider terdekat dengan membawa kartu peserta. Apabila tidak membawa, peserta cukup kontak ke call center Managed Care InHealth di (021) 29978900.

 

“Di sana ada petugas, dan kami siap untuk mencarikan datanya, dan bahkan kalau perlu kami juga membantu menghubungi penyedia layanan yang dituju,” lanjut Dr Rosa.

 

Senantiasa Berkembang

 

InHealth senantiasa mengembangkan jaringan provider yang ada di seluruh Indonesia. Penambahan tersebut disesuaikan dengan kenaikan jumlah peserta.

 

Dalam hal ini, InHealth akan lebih mengembangkan jumlah provider di daerah-daerah yang selama ini belum ada penyedia layanan bagi peserta InHealth.

 

Sebagaimana yang dilakukan ketika PT Pupuk Iskandar Muda menjadi peserta InHealth, InHealth langsung menyediakan provider di wilayah Lhok Seumawe, Provinsi Aceh.

 

Guna memastikan peserta program Managed Care terlayani dengan baik, InHealth terus memantu dan menjalin hubungan yang baik dengan para provider melalui Provider Relation Officer (PRO).

 

PRO secara periodik melakukan kunjungan dan supervisi kepada provider. Dengan cara ini, akan bisa dilihat bagaimana provider melayani pasien, serta jenis layanan yang diberikan.

 

Jaringan yang luas tentu saja akan memberikan keuntungan bagi peserta Managed Care InHealth. Dengan demikian, tak ada lagi kekhawatiran bagi perusahaan yang menjadi peserta InHealth dalam mendapatkan layanan maupun biaya kesehatan.

 

Ya, sistem Managed Care InHealth benar-benar memastikan layanan kesehatan yang diberikan kepada peserta benar-benar prima dan dengan biaya yang terkendali.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi :

 

Kantor Pusat – PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia

Plaza Setiabudi, Gedung Setiabudi 2 Lt. 5,

Suite 505 – 508, Jl. HR Rasuna Said Kav 62,

Jakarta 12920

Phone : 021 – 525 0900, Fax. : 021 – 525 0708

www.inhealth.co.id


Source : Digital Marketing

Editor : Sitta Husein

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

 

POPULER